Kecil, cepat, dan jujur soal batasnya.
BISINDO Transcriber membaca abjad Bahasa Isyarat Indonesia lewat kamera dan mengubahnya jadi teks. Semuanya jalan di browser kamu. Halaman ini menjelaskan buat siapa alat ini dibuat, gimana cara kerjanya, dari mana datanya, seberapa akurat hasilnya, dan di mana batasnya.
Kenalan dulu sama BISINDO
BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) adalah bahasa yang tumbuh dari komunitas Tuli dan dipakai sehari-hari di seluruh Indonesia. BISINDO beda sama SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), yang disusun mengikuti tata bahasa Indonesia lisan. BISINDO punya tata bahasanya sendiri, lengkap dengan ekspresi wajah, arah pandang, dan ruang di sekitar tubuh.
Seperti bahasa lisan, BISINDO juga punya dialek. Isyarat di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar bisa sedikit berbeda, jadi yang kamu pelajari di sini sebaiknya selalu dicocokkan dengan pengisyarat di sekitarmu.
Kenapa ejaan jari
Ejaan jari, alias abjad jari, dipakai untuk mengeja hal yang belum punya isyarat sendiri: nama orang, nama tempat, merek, atau istilah baru. Bagi banyak orang dengar yang baru belajar, abjad adalah pintu masuk pertama ke BISINDO. Masalahnya, sulit tahu apakah bentuk tanganmu sudah benar kalau nggak ada yang melihat.
Alat ini dibuat untuk mengisi celah itu: tempat berlatih yang bisa “melihat” tanganmu kapan saja, tanpa rasa malu, dan tanpa video yang dikirim ke mana pun.
Buat siapa
- Pemula yang sedang menghafal abjad BISINDO dan butuh umpan balik.
- Keluarga dan teman orang Tuli yang ingin bisa mengeja nama dan kata sederhana.
- Guru dan pendamping yang butuh alat bantu latihan di kelas atau di rumah.
Alat ini bukan untuk menerjemahkan percakapan, menggantikan juru bahasa isyarat, atau menilai kemampuan seseorang secara resmi.
- 01 · huruf B
Angkat tanganmu.
Kamera nyala cuma kalau kamu minta. Pastikan cahayanya cukup dan dua tanganmu kelihatan.
- 02 · huruf I
21 titik di tiap tangan.
MediaPipe menandai sendi jarimu di tiap bingkai video, langsung di browser.
- 03 · huruf S
Tahan sebentar.
Model kecil menebak hurufnya. Begitu bentukmu stabil sekitar 0,3 detik, hurufnya dikunci.
- 04 · huruf A
Jadi teks. Bisa.
Salin, bacakan, atau lanjut mengeja. Videonya tetap di perangkatmu.
Di balik layar
- MediaPipe Hand Landmarker menemukan sampai dua tangan di tiap bingkai video dan menandai 21 titik sendi di masing-masing tangan, lengkap dengan kedalamannya.
- Titik-titik itu dinormalkan: digeser dan diskalakan, jadi posisi dan jarak tanganmu ke kamera nggak berpengaruh. Hasilnya 126 angka per bingkai (2 tangan × 21 titik × 3 sumbu).
- Jaringan saraf kecil di TensorFlow.js membaca 126 angka itu dan menghitung peluang tiap huruf A sampai Z.
- Peluangnya dihaluskan antarbingkai supaya nggak berkedip. Huruf baru ditulis setelah bentuknya stabil sekitar 0,3 detik, dan jeda tanpa tangan jadi spasi.
Nggak ada satu langkah pun yang butuh server. Model pelacak tangan berukuran sekitar 7,8 MB dan model huruf cuma sekitar 0,3 MB, jadi keduanya bisa jalan lancar di laptop dan ponsel biasa. Detailnya ada di Privasi.
Seberapa akurat
Model dilatih dan diuji dengan membagi foto per kelompok: satu foto asli dan semua variasi augmentasinya selalu masuk ke bagian yang sama, jadi model nggak pernah “menyontek” foto yang mirip saat diuji. Dari foto yang tangannya berhasil dideteksi, 4.033 dipakai untuk latihan, 556 untuk validasi, dan 1.168 untuk uji.
- 87,2% benar pada 265 foto asli yang ditahan untuk uji, dan 85,1% bila varian augmentasinya ikut dihitung.
- Pelacak menemukan tangan pada 1.290 dari 1.400 foto asli (92,1%), atau 71,6% dari seluruh 8.040 foto termasuk augmentasi.
- Huruf paling kuat di data uji: Z, J, dan X (96% ke atas).
- Huruf paling lemah: M (60%), D (69%), dan B (75%). Kalau huruf ini sering meleset, itu bukan salahmu.
Penting: angka ini diukur pada foto, bukan kamera langsung, dan bukan pada orang yang belum pernah dilihat model. Di dunia nyata, cahaya, latar, dan sudut kamera bisa membuat hasilnya lebih rendah.
Datanya dari mana
Bentuk tangan dan data latih berasal dari BISINDO DATASET karya Arya Raden dan Muhammad Asshafi (Mendeley Data, versi 1, DOI 10.17632/4xnkvr88tk.1), berlisensi CC BY 4.0: 1.400 foto asli abjad A–Z dari tujuh peserta, ditambah variasi augmentasinya sampai total 8.040 foto.
Model tangan 3D berasal dari WebXR Input Profiles (W3C Software License). Pose tiap huruf kami susun manual dengan mencocokkan bagan abjad BISINDO dan foto dataset, lalu diperiksa satu per satu supaya jari-jarinya nggak saling tembus.
Soal desainnya
Warna utamanya merah bendera. Motif yang kamu lihat di latar diambil dari batik Nusantara: kawung di panggung tangan, parang sebagai tekstur halus, dan mega mendung khas Cirebon di bagian penutup. Semuanya dipakai hemat, sebagai tanda bahwa alat ini dibuat untuk bahasa isyarat Indonesia.
Yang belum bisa
- Baru abjad (ejaan jari). Isyarat kata dan kalimat BISINDO belum dikenali.
- Data latihnya dari sedikit orang di satu ruangan. Warna kulit, bentuk tangan, cahaya, atau sudut kamera yang beda bisa menurunkan ketepatan.
- Huruf yang pakai gerakan, seperti J dan Z, cuma dikenali dari bentuk diamnya.
- Pose 3D di halaman abjad bukan rujukan resmi, karena BISINDO punya variasi antardaerah.
- Deteksi huruf V dan pengenalan M, D, serta B masih paling lemah.
- Model selalu memilih salah satu huruf yang dia kenal, bahkan kalau bentuk tanganmu bukan abjad. Cek dulu hasilnya.
Nemu bentuk tangan yang salah, atau huruf yang terus meleset? Laporkan ke kami. Masukan dari pengisyarat BISINDO paling membantu.
Belajar BISINDO beneran
Abjad cuma pintu masuk. BISINDO yang sesungguhnya hidup di percakapan, ekspresi, dan komunitas. Cara terbaik untuk belajar tetap langsung dari orang Tuli: ikut kelas yang diajar guru Tuli, datangi komunitas Tuli di kotamu, atau cari kegiatan dari organisasi seperti Pusbisindo dan Gerkatin.
Alat ini bukan pengganti juru bahasa isyarat, dan nggak pernah dimaksudkan begitu. Pakai untuk berlatih, lalu bawa hasil latihanmu ke percakapan yang sungguhan.
Tanganmu. Perangkatmu. Hurufmu.
Semuanya tetap di tab ini. Mulai sekarang, terus asah bareng teman-teman Tuli yang menghidupkan BISINDO.